Instalasi PALYJA di Pejompongan menurunkan Produksi Akibat Kekeruhan Air Baku yang tinggi
13/February/2010Jakarta, 13 Februari 2010- Akibat hujan deras yang melanda wilayah Jakarta, Cisarua dan Bogor, menyebabkan meningkatnya kekeruhan air baku di Cawang yang menjadi sumber air untuk diolah menjadi air bersih di Instalasi PALYJA di Pejompongan. Tingkat kekeruhan (turbidity) mencapai 20.000 NTU dari biasanya dibawah 1000 NTU. Pada hari Sabtu, 13 Februari pukul 16:00 WIB, outflow di IPA Pejompongan menurun. Di IPA1 kondisi normalnya sekitar 1900 liter per detik, menurun menjadi 1200 liter per detik dan di IPA2 (instalasi terbesar PALYJA) menurun drastis dari normalnya 3500 liter per detik menjadi 800 liter per detik. Kondisi ini menyebabkan menurunnya pasokan air bersih PALYJA ke beberapa wilayah, seperti Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan sebagian Jakarta Barat. Untuk membantu pelayanan, PALYJA telah meningkatkan kapasitas dari fasilitas produksi lainnya, seperti di DCR4 Kebon Jeruk dan DCR 5 Lebak Bulus. PALYJA dan pihak-pihak terkait terus memantau situasi dan terus mengupayakan solusi terbaik untuk mengatasi keadaan. PALYJA mohon maaf atas ketidak-nyamanan ini. Untuk informasi lebih lanjut, mohon menghubungi call center PALYJA di 579 86 555 atau website www.palyja.co.id.