Pelayanan PAM Jaya Diklaim Lebih Baik
21/January/2010Jakarta - Sinar Harapan, Kinerja pelayanan PAM Jaya melalui dua operator PT Pam Lyonnase Jaya (PALYJA) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra) pada 2009 diklaim lebih baik dan memuaskan dibandingkan dengan kinerja pelayanan 2008.
Penegasan itu disampaikan Direktur Utama PAM Jaya Haryadi Priyohutomo di kantornya, Senin (18/1) siang.
Dia menjelaskan, kinerja pelayanan dikatakan lebih baik dan memuaskan, yang terlihat dari kenaikan kubikasi penjualan air sekitar 8,5 juta meter kubik. Pada tahun 2008 perjualan air sebesar 258,9 juta meter kubik. Jumlah ini mengalami peningkatan pada 2009 menjadi 267,4 juta meter kubik.
Selain itu, pelanggan pun bertambah. Pada 2009 terdapat 795.149 pelanggan atau terjadi pertambahan 17.105 pelanggan dibandingkan dengan tahun 2008 yang berjumlah 778.042 pelanggan.
Di samping itu, penurunan kehilangan air rata-rata enam bulan. Tahun 2009, untuk Palyja 43,9 persen terjadi penurunan kehilangan air sebesar 1,4 persen. Aetra mencapai 48,6 persen mengalami penurunan 2,1 persen dibandingkan 2008.
“Kinerja pelayanan yang memuaskan ini juga bisa dilihat dari hasil survei oleh pihak independen. Hasil survei Puskaptis yang dilakukan September 2009 dengan melibatkan 2.000 lebih responden yang tersebar di 44 kecamatan DKI Jakarta menunjukkan tingkat persepsi pelayanan air bersih 78 persen menyatakan puas, 20 persen kurang puas dan 2 persen tidak puas,” ungkapnya.
Haryadi juga menambahkan, meski mencapai kinerja pelayanan baik dan lebih memuaskan pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008, tidak berarti tidak ada kekurangan karena masih banyak hal yang harus dibenahi dalam pelayanan air bersih.
“Keluhan masyarakat atas pelayanan air bersih masih banyak. Keluhan air tidak keluar satu hari, dua hari atau lebih masih ada. Keluhan air keruh pun masih ada. Begitu pun keluhan lainnya. Meski demikian, secara keseluruhan keluhan masyarakat menurun. Tahun 2008 keluhan pelanggan atas pelayanan air bersih sekitar 5 persen tidak puas. Sekarang, tahun 2009 keluhan tidak puas atas pelayanan air bersih sekitar 2 persen,” ungkapnya.
Sumber : Sinar Harapan, Selasa, 19 Januari 2010, Hal. 10