Arsip: Bersama Demi Air
Bersama Demi Air
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan sidak ke sejumlah bangunan terkait sumur resapan, pengolahan air limbah, dan pemanfaatan air tanah. Di tengah gencarnya sidak Pemprov DKI, ada beberapa bangunan komersial di kawasan segitiga emas yang telah berhasil melakukan konservasi lingkungan melalui efisiensi penggunaan air tanah dan beralih ke air perpipaan. Di antaranya adalah Ciputra World 1, 2 dan Menara Jamsostek.
Bangunan komersial untuk perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel dan apartemen, di bawah manajemen Ciputra World 1 telah menggunakan air perpipaan sejak awal pembangunannya. Pada April 2013, penggunaan air bersih baru sekitar 878 meter kubik per hari untuk mensuplai kebutuhan gedung perkantoran DBS Bank Tower.
Seiring penyelesaian kompleks Ciputra World 1 maka kebutuhan air bersih juga meningkat menjadi 1.200 meter kubik sampai 1.300 meter kubik per hari. Kebutuhan air bersih meningkat sekitar 1 persen setiap tahunnya terhitung Desember 2014 sampai dengan Desember 2017.
Di Ciputra World 2 belum semua fungsi bangunan beroperasi. Hanya Tokopedia Tower saja yang tercatat konsumsi air bersihnya mencapai 2500 meter kubik per bulan. Tokopedia memegang hak penggunaan nama (naming right) oleh Ciputra dari sebelumnya Ciputra World 2 Jakarta Office Tower.
Tenant di Ciputra World 1 terdiri dari Lotte Shopping Avenue (LOVE) seluas 130.000 meter persegi, 73.000 meter persegi gedung perkantoran Grade-A, DBS Bank Tower, 174 kamar Hotel Raffles Jakarta, 88 unit apartemen mewah Raffles Residences Jakarta, 136 unit apartemen myHome dan 170 unit apartemen servis Ascott Jakarta.
Saat ini kebutuhan air bersih Ciputra World 1 dan 2 berhasil terpenuhi oleh jaringan perpipaan PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA). Ini merupakan wujud kesadaran pengelola Ciputra World dalam melakukan konversi air tanah ke air perpipaan. Selain itu, sebagai langkah penghematan penggunaan air bersih, Ciputra World 1 berhasil mengembangkan daur ulang air limbah (water recycle).
Pengelolaan air limbah menjadi air bersih digunakan untuk keperluan menyiram tanaman dan pendinginan penyejuk ruangan (AC). Direktur Ciputra Group, Sugwantono Tanto, memaparkanwater recycle project dibangun mulai dari 2013, dari desain awal sampai dengan operasionalnya. “Tiap tahun kami pantau penghematannya sampai ratusan ribu kubik,“ ujar Sugwantono.
Lebih lanjut Sugwantono menjelaskan, pengelolaan air limbah ini mirip Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) namun dengan skala yang lebih kecil. “Mekanismenya adalah mengolah air limbah dari Sewage Treatment Plant (STP) secara biologis dengan bakteri pengurai, dilanjutkan dengan proses kimiawi, dan berakhir dengan Filtrasi Ultra Violet (UV) untuk menghasilkan air bersih yang memenuhi standar baku air bersih,“ katanya.
Sedangkan di Menara Jamsostek, bangunan komersial untuk perkantoran telah melakukan efisiensi penggunaan air sejak 2015. Perilaku penghematan dilakukan dengan memodifikasi 100 toilet, janitor dan jet washer yang eco-friendly.
”Kami mengurangi tekanan flush toilet dan desain wastafel yang diatur secara otomatis berdasarkan penggunaannya,” ucap Building Manager Menara Jamsostek, A. Rizallul Haq.
Selain itu, lanjut Rizallul, pihaknya telah mengurangi penggunaan air untuk penghijauan taman dari tiga kali sehari menjadi satu kali penyiraman, dan penertiban penggunaan air untuk cuci mobil yang seringkali dilakukan oleh tenant.
Bangunan komersial untuk ruang sewa kantor ini memiliki 140 tenant dengan tingkat okupansi mencapai 67,12 persen pada akhir semester satu 2018. Konsumsi penggunaan air sangat tergantung dengan tingkat okupansinya. Pada awal pemakaian hampir 1.500 meter kubik per hari, dengan okupansi 70 sampai 80 persen, namun sekarang pada kisaran 800 sampai 1.000 meter kubik per hari dengan tingkat okupansi 50 sampai 60 persen.
Bangunan yang berdiri sejak tahun 1998 ini rentan dengan korosi pada jaringan perpipaan. Kondisi ini apabila tidak diperbaiki secara berkala akan menyebabkan kebocoran air. Rizallul Haq mengakui, PALYJA sebagai penyedia air perpipaan sudah sangat kooperatif dan well-informedapabila ada perbaikan ataupun kebocoran di sekitar daerah tersebut. Tercatat pada 2017 dan 2018, terjadi masing masing dua kali kebocoran pipa ke arah Menara Jamsostek,
Namun, saat suplai air terhenti ke Menara Jamsostek, pihak PALYJA menyiapkan 10 sampai 12 truk air bersih, dan seluruh biaya ditanggung oleh PALYJA. “Kami merasa sangat terbantu,” ujar Rizallul Haq. Menurutnya respon PALYJA sangat bagus, di bawah tiga jam dari awal pengaduan.
“Harapan kami ke depannya, ada pertemuan pelanggan untuk membahas program revitalisasi apa saja yang tengah dicanangkan oleh PALYJA. Kegiatan ini pernah dilakukan pada 2016, dan kami sangat mengapresiasinya,” ujarnya.
Sumber: https://nasional.tempo.co/read/1113115/efisiensi-penggunaan-air-di-bangunan-komersial-segitiga-emas-jakarta/full&view=ok
Ketika sebagian warga Jakarta berbaik hati melengangkan jalanan ibukota dengan menghabiskan liburan panjang mereka di luar Jakarta, berkebalikan denganku yang menghabiskan berkah liburan panjang ini sebagai tenaga sukarelawan membantu para pengungsi kebakaran di RT. 016 / RW. 05 Perumahan Taman Kota Kelurahan Kembangan Utara Jakarta Barat.
Bencana itu datang tiba-tiba, Kamis (30/3) menjelang malam, hujan turun deras disertai petir walaupun durasi tidak lama, sesaat kemudian petir menyambar tiang listrik dan dengan cepat membakar ratusan rumah terdekat. Begitu cepat, sehingga tidak sedikit warga yang tidak sempat menyelamatkan harta bendanya.
“Saya lagi tidak di rumah pada saat kejadian, motor saya hangus, tidak ada yang bisa diselamatkan, tinggal baju yang saya pakai ini”, cerita Pak Slamet, salah seorang korban kebakaran.Saat itu, keselamatan diri di atas segalanya.

Api menghanguskan sedikitnya 122 rumah di kawasan padat penduduk ini. Data informasi kebakaran yang terpampang di atas posko RT membuat termangu. Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dari kebakaran ini sekitar 316 hampir 3 kali lipat dari jumlah rumah dan ada 450 pengontrak, total ada sekitar 1252 jiwa.
Mengelilingi keseluruhan lokasi ex-kebakaran menghabiskan waktu tidak sampai 30 menit. Mengotak-atik pikiran membayangkan luasan bangunan satu rumah yang bisa menampung setidaknya 2KK, membayang pada saat kaki melangkah menyusuri lokasi bekas kebakaran tersebut. Aarrghh…betapa beratnya hidup di Jakarta.

Di saat seperti ini, masih ada hal yang bisa membuai perasaan. Betapa sebenarnya kepedulian akan sesama masih melekat erat di diri kita sebagai makhluk sosial. Bantuan yang datang tidak sedikit, dan semua seperti berlomba mendistribusikan kebaikan ke korban.
Sejak Jumat (31/3), sampai H+3 setelah kejadian, gelombang bantuan dan relawan masih terus berdatangan. Tenaga, biaya, dan waktu didedikasikan untuk membantu warga. Minuman, makanan, pakaian, ataupun obat-obatan tidak henti mengalir ke Posko RT untuk kemudian didistribusikan merata ke warga korban kebakaran.


Institusi ataupun perusahaan dengan spesialisasi masing-masing pun ikut serta berupaya meringankan sedikit beban warga. Perwakilan Dinas Pendidikan menjamin untuk mengganti rapor dan ijazah para siswa yang terbakar, dan menjanjikan bantuan seragam dan alat tulis untuk siswa terutama untuk siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional Senin 2 April.
PALYJA selain menyiapkan bantuan makanan dan minuman untuk korban kebakaran, juga menyiapkan tandon air bersih dan membuatkan beberapa titik MCK sementara untuk digunakan warga sehari-hari.


Kepedulian PALYJA ini erat kaitannya secara psikologis dengan warga dikarenakan lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taman Kota milik PALYJA berada tidak jauh dari lokasi ex-kebakaran.
Lokasi titik terakhir kebakaran dengan IPA Taman Kota berjarak sekitar 100m. Malam kejadian, petugas PALYJA berusaha membantu seawal mungkin untuk memadamkan api dengan menggunakan APAR sembari menunggu petugas Pemadam Kebakaran datang, namun tetap tidak bisa mengisolasi titik api, kebakaran terlanjur membesar. Untuk alasan keamanan, warga juga memilih menitipkan bantuan yang diterima dan juga motor di halaman IPA milik PALYJA tersebut.

Menjelang tahun politik seperti saat ini, juga direspon oleh beberapa ParPol dengan mendirikan Posko Kemanusiaan di lokasi ex-kebakaran tersebut. Masih banyak pekerjaan rumah untuk semua pihak yang harus diselesaikan setelah kejadian kebakaran ini, seperti pembersihan puing-puing sisa kebakaran, penataan kembali kampung, dan juga pemulihan ekonomi para korban.
Semoga euforia solidaritas dan kepedulian ini tidak hanya di awal, dan tetap berkelanjutan untuk pendampingan pemulihan kualitas kehidupan para korban kebakaran selanjutnya.
sumber: https://www.kompasiana.com/astrisya/5ac118b7dd0fa86c727c60a2/api-itu-datang-tiba-tiba
Palyja merupakan perusahaan yang melayani di bidang air bersih. Daerah pelayanan pun mencakup wilayah Barat DKI Jakarta. Tidak hanya sebagai perusahaan yang melayani kebutuhan air bersih wilayah Barat DKI Jakarta tapi juga memiliki kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) yang mempunyai visi menjadi perusahaan penyedia jasa air minum di Indonesia yang mempunyai tanggung jawab sosial dengan berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan hidup dan pengembangan masyarakat melalui tata kelola perusahaan yang baik
Tahun ini bertepatan dengan paringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) yang jatuh pada tanggal 22 maret setiap tahunnya maka, Palyja bersama Perusahaan Air Minum PAM Jaya melakukan Bakti Sosial yang bertemakan “Hijau Rusunku” yang di selenggarakan di Rusun Waduk Pluit, Muara Baru, Jakarta Utara. Rusun ini ini pun telah diresimkan sejak 15 Juli 2013. Dimana kegiatan inti dari acara ini pun adalah menanam pohon sebanyak 25 pohon pelindung.
Penanaman pohon ini pun mengadopsi dari tema tahunan Hari Air Sedunia yaitu Solusi Air Berbasis Alam (Nature-Based Solution for Water), yang mencanangkan untuk pemulihan hutan yang menghasilkan output untuk membantu pengelolaan ketersedian air dan kualitas air. Dan ini mengingatkan kita sebagai manusia yang sangat bergantungan dengan air agar lebih peduli dengan air dan alam sekitar. Dikutip dari laman worldwaterday.org penanam pohon berdampak pada ketersediaan air dan suplai air dimana alam bertindak sebagai penyimpan air paling sempurna dan juga dapat mencegah salah satunya adalah banjir.

Acara ini pun dikemas dengan santai dan riang gembira, diamana pada awal acara dibuka dengan senam aerobik para warga rusun waduk peluit, kemudian dilanjuti acara sambutan dari para Direksi Palyja maupun PAM Jaya dan tidak lupa ditengah acara selipkan atraksi-atraksi tari hingga permainan musik dari para adik-adik paud Al-Hidadayah dan Kenangan 17.
Sungguh penampilan yang begitu menggemaskan dimana adik-adik yang sangat antusias dan balutan pakaia-pakaian khas tarian yang dibawakannya, contohnya saja menarikan tari ondel-ondel dengan pakaian khas betawinya. Dipenghujung acara menuju penanaman pohon ditutup dengan pengumuman lomba mewarnai yang bertemakan lingkungan hidup, serta santunan untuk PAUD itu sendiri.

Selanjutnya acara inti dari kegiatan ini adalah penanaman pohon, dimana penanaman pohon dilakukan didepan mesjid yang terletak dibelakang rusun waduk peluit. Sebanyak 10 pohon yang ditanam didepan halaman mesjid dan 15 lainnya akan ditanam secara menyebar.
Walaupun penanaman pohon ini hanyalah sebagai simbolis tapi sangat diharapkan untuk kedepannya tidak terhenti hanya karena ada kegiatan CSR yang diselenggrakan dari Palyja itu sendiri tapi diharapakan pohon-pohon yang telah ditanam dapat dijaga dan dirawat serta menumbuhkan keinginan warga sekitar untuk berinisiatif menanam pohon.
Karena sejatinya ketika kita melakukan sesuatu seperti memperbaiki alam dengan hal-hal sederhana dan sering dianggap sepele, maka percayalah dimasa yang akan datang alam pun akan membalas semua kebaikan kita. Contohnya saja dengan adanya acara penanam pohon oleh CSR Palyja maka kedepannya akan kita lihat pohon-pohon rindang yang menyejukan yang berdiri kokoh didepan halaman mesjid dan juga tempat-tempat lain yang ditanami pohon tersebut.
Mari tanam pohon untuk generasi air masa depan yang lebih baik !!!
Sumber: https://www.kompasiana.com/gebbylianda15/5abbb7a516835f7d550e5b72/bakti-sosial-rusun-waduk-pluit-bentuk-nyata-csr-palyja
Ada yang berbeda di aula Rusun Muara Baru hari ini (22/03/18), terlihat umbul-umbul, Banner dan spanduk bertuliskan “Program Bakti Sosial Penghijauan Rumah Susun” bertengger dengan gagah nya sebagai penyampai informasi kegiatan yang sedang berlangsung. Mengusung tema HIJAU RUSUNKU untuk memperingati hari Air Dunia, acara yang diselenggarakan oleh CSR PALYJA ini dihadiri langsung oleh Direksi PALYJA dan PAM JAYA.
Tujuan diadakan kegiatan ini adalah mengajak warga Rusun untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar dengan melakukan penanaman 25 pohon pelindung jenis Ketapang dan Tanjung serta melakukan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan terhadap anak usia dini. Hal ini senada dengan salah satu fokus utama CSR PALYJA dalam upaya pelestarian lingkungan air, tanah dan udara.
Antusiasme warga terlihat saat sedang mengikuti serangkaian acara yang berlangsung. Acara diawali dari kegiatan senam bersama, Sambutan Direksi, santunan untuk PAUD, pembagian hadiah lomba menggambar dengan tema lingkungan, pentas musik angklung hingga tarian dari adik adik PAUD Al Hidayah dan Kenanga 17 yang mereka bawakan dengan lincah nya.
Memasuki puncak acara simbolis penanaman pohon pelindung, panitia mengajak Direksi, perwakilan warga, perwakilan anak anak,serta tamu undangan menuju lokasi penanaman yaitu area halaman Masjid Jami’ Daarul Falah Rusun Muara Baru. Sebanyak 10 pohon akan ditanam di halaman masjid ini sedangkan 15 sisa nya akan di sebar di seluruh area Rusun.

Penanaman pohon simbolis pertama dilakukan oleh Presiden Direktur PALYJA yaitu bapak Robert Rerimassie bersama dengan perwakilan warga dan anak-anak. Saat prosesi penanaman berlangsung, matahari dengan jumawa nya memperlihatkan kemampuan hebatnya menggosongkan kulit manusia dalam hitungan menit. Ditambah dengan lokasi Rusun yang berdekatan dengan Teluk Jakarta makin menambah lengket nya keringat yang mengucur dari tubuh. Kondisi yang sangat gersang dan panas tanpa pepohonan memperparah udara yang berhembus di lokasi. Harapannya, untuk menanggulangi ketidaknyamanan tersebut warga bisa berkomitmen untuk merawat pohon pelindung yang ditanam karena pohon tersebut dapat memberikan kesegaran serta kerindangan alami untuk warga Rusun Muara Baru ditambah dapat menyerap air hujan masuk ke tanah untuk memperbanyak pasokan air tanah.
Mari bersama kita jaga lingkungan sekitar kita untuk kelangsungan hidup cucu cicit kita. Selamat Hari Air Sedunia!!! #Bersamademiair.
