Archives: Bersama Demi Air
Bersama Demi Air
PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), operator penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah Barat DKI Jakarta, Rabu (13/2) lalu meresmikan fasilitas air siap minum (Drinking Fountain) di Yayasan Amal Pendidikan Sosial Islam Indonesia (Khadijah Islamic School) sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial PALYJA untuk fokus Air Untuk Semua (Water for All).
Corporate Communications and Social Responsibilities Division Head PALYJA, Lydia Astriningworo mengatakan bahwa pembangunan drinking fountain ini bertujuan untuk menyediakan air siap minum yang higienis bagi seluruh siswa, guru dan pengurus Khadijah Islamic School.
Penyediaan drinking fountain itu merupakan program yang dicanangkan PALYJA sejak awal tahun lalu. Penyediaan drinking fountain itu juga diharapkan dapat melengkapi fasilitas pendukung sekolah dari segi akses air minum yang sehat dan bersih yang tersedia sepanjang hari, sepanjang tahun.
“Sekolah Khadijah Islamic School merupakan lokasi ketiga yang diresmikan PALYJA, setelah Masjid Al – Azhar Kebayoran Baru dan Museum Nasional,” ungkap Lydia Astriningworo, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/2).
Menurut Lydia, total terdapat 10 unit drinking fountain yang sudah terpasang dan sedang dalam pengerjaan, diantaranya SD 03 & SD 04 Penjaringan, Jakarta Utara serta Masjid Istiqlal.
“PALYJA berterima kasih kepada pihak Khadijah Islamic School yang telah menyambut baik dan berkoordinasi dalam proses penyediaan air siap minum, PAM Jaya dan seluruh pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan program ini,” imbuh Lydia.
Menurut Lydia, kegiatan ini merupakan salah satu dari empat fokus aktifitas Corporate Social Responsibilities (CSR) PALYJA, yakni: Kesehatan & Pendidikan, Bantuan Kemanusiaan, Pelestarian Lingkungan Hidup dan Air Untuk Semua.


PT Telkom Landmark Tower yang merupakan pusat perkantoran Telkom Indonesia, sudah meninggalkan penggunaan sumur bor (deepwell) dan beralih menggunakan air pipanisasi dari PALYJA.
“Sebelum Pak Gubernur melakukan sidak (inspeksi mendadak) penggunaan air tanah di pusat perkantoran, kami sudah menggunakan air perpipaan sejak 2015 lalu,” ujar Chief Engineering PT Telkom Landmark Tower, Saut Maruarar, beberapa waktu lalu.
Pusat perkantoran yang berlokasi di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 52, Jakarta Selatan tersebut memiliki dua tower. Tower 1 terdiri dari 23 lantai dan tower 2 memiliki 52 lantai. “Tingkat okupansi kedua tower itu sudah lebih dari 80%. Rata-rata, di dua tower ini penggunaan air mencapai 300-500 meter kubik (m3) per hari,” tuturnya.
Perusahaan memanfaatkan air hujan dan air kondensasi pendingin udara (AC) sebagai sumber air alternatif. Air hujan dan air kondensat AC disalurkan menuju tangki penampungan air yang dinamakan “clean water tank” (CWT) berkapasitas 500 m3.
Setelah air diolah menjadi air bersih, baru disalurkan ke pipa-pipa kamar mandi, dapur, dan sebagainya yang sudah siap digunakan.
“Kami melakukan uji sampel ke Sucofindo, setahun dua kali terhadap air dari hasil kondensat dan air hujan. Sudah sesuai standar mutu,” katanya.
Sumber tangki utama selain CWT, kata Saut, adalah intermediate water tank (IWT) yang juga berkapasitar 500 m3. Berbeda dengan CWT, di tangki IWT ini sebagai tempat penampungan air PAM yang bisa langsung disalurkan ke pipa-pipa kamar mandi atau dapur tanpa pengolahan air lebih lanjut.
Lalu, air yang telah digunakan para karyawan termasuk air tinja akan ditampung di tanki penampungan. “Sekitar 20% di antaranya air limbah diolah dan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Selebihnya, dibuang. Sudah ada perusahaan yang mengurus ini,” tuturnya.
Meski mengandalkan sumber air perpipaan, kata Saut, pihaknya masih memanfaatkan sumber air tanah apabila pasokan air bersih terganggu. “Sejak 2015, tercatat sudah tiga kali pasokan air bersih terganggu. Kondisi seperti ini, kami harus memanfaatkan penggunaan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, kelebihan penggunaan air perpipaan selain kualitas air bersih yang sudah terjamin, juga pengeluaran biaya lebih murah. “Biaya penggunaan air memang lebih murah dibanding penggunaan deepwell,” katanya.
Berdasarkan data yang diterima, konsumsi air PALYJA pada 2018 ini, mencapai 10.000 m3 hingga 18.000 m3 per bulan. Bayangkan, apabila perusahaan ini tetap menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih, akan membutuhkan biaya yang lebih besar lagi karena pemerintah mengenakan tarif tinggi untuk penggunaan air tanah.
sumber: http://www.beritasatu.com/satu/507082-telkom-landmark-tower-gunakan-air-perpipaan-sejak-2015.html
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan sidak ke sejumlah bangunan terkait sumur resapan, pengolahan air limbah, dan pemanfaatan air tanah. Di tengah gencarnya sidak Pemprov DKI, ada beberapa bangunan komersial di kawasan segitiga emas yang telah berhasil melakukan konservasi lingkungan melalui efisiensi penggunaan air tanah dan beralih ke air perpipaan. Di antaranya adalah Ciputra World 1, 2 dan Menara Jamsostek.
Bangunan komersial untuk perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel dan apartemen, di bawah manajemen Ciputra World 1 telah menggunakan air perpipaan sejak awal pembangunannya. Pada April 2013, penggunaan air bersih baru sekitar 878 meter kubik per hari untuk mensuplai kebutuhan gedung perkantoran DBS Bank Tower.
Seiring penyelesaian kompleks Ciputra World 1 maka kebutuhan air bersih juga meningkat menjadi 1.200 meter kubik sampai 1.300 meter kubik per hari. Kebutuhan air bersih meningkat sekitar 1 persen setiap tahunnya terhitung Desember 2014 sampai dengan Desember 2017.
Di Ciputra World 2 belum semua fungsi bangunan beroperasi. Hanya Tokopedia Tower saja yang tercatat konsumsi air bersihnya mencapai 2500 meter kubik per bulan. Tokopedia memegang hak penggunaan nama (naming right) oleh Ciputra dari sebelumnya Ciputra World 2 Jakarta Office Tower.
Tenant di Ciputra World 1 terdiri dari Lotte Shopping Avenue (LOVE) seluas 130.000 meter persegi, 73.000 meter persegi gedung perkantoran Grade-A, DBS Bank Tower, 174 kamar Hotel Raffles Jakarta, 88 unit apartemen mewah Raffles Residences Jakarta, 136 unit apartemen myHome dan 170 unit apartemen servis Ascott Jakarta.
Saat ini kebutuhan air bersih Ciputra World 1 dan 2 berhasil terpenuhi oleh jaringan perpipaan PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA). Ini merupakan wujud kesadaran pengelola Ciputra World dalam melakukan konversi air tanah ke air perpipaan. Selain itu, sebagai langkah penghematan penggunaan air bersih, Ciputra World 1 berhasil mengembangkan daur ulang air limbah (water recycle).
Pengelolaan air limbah menjadi air bersih digunakan untuk keperluan menyiram tanaman dan pendinginan penyejuk ruangan (AC). Direktur Ciputra Group, Sugwantono Tanto, memaparkanwater recycle project dibangun mulai dari 2013, dari desain awal sampai dengan operasionalnya. “Tiap tahun kami pantau penghematannya sampai ratusan ribu kubik,“ ujar Sugwantono.
Lebih lanjut Sugwantono menjelaskan, pengelolaan air limbah ini mirip Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) namun dengan skala yang lebih kecil. “Mekanismenya adalah mengolah air limbah dari Sewage Treatment Plant (STP) secara biologis dengan bakteri pengurai, dilanjutkan dengan proses kimiawi, dan berakhir dengan Filtrasi Ultra Violet (UV) untuk menghasilkan air bersih yang memenuhi standar baku air bersih,“ katanya.
Sedangkan di Menara Jamsostek, bangunan komersial untuk perkantoran telah melakukan efisiensi penggunaan air sejak 2015. Perilaku penghematan dilakukan dengan memodifikasi 100 toilet, janitor dan jet washer yang eco-friendly.
”Kami mengurangi tekanan flush toilet dan desain wastafel yang diatur secara otomatis berdasarkan penggunaannya,” ucap Building Manager Menara Jamsostek, A. Rizallul Haq.
Selain itu, lanjut Rizallul, pihaknya telah mengurangi penggunaan air untuk penghijauan taman dari tiga kali sehari menjadi satu kali penyiraman, dan penertiban penggunaan air untuk cuci mobil yang seringkali dilakukan oleh tenant.
Bangunan komersial untuk ruang sewa kantor ini memiliki 140 tenant dengan tingkat okupansi mencapai 67,12 persen pada akhir semester satu 2018. Konsumsi penggunaan air sangat tergantung dengan tingkat okupansinya. Pada awal pemakaian hampir 1.500 meter kubik per hari, dengan okupansi 70 sampai 80 persen, namun sekarang pada kisaran 800 sampai 1.000 meter kubik per hari dengan tingkat okupansi 50 sampai 60 persen.
Bangunan yang berdiri sejak tahun 1998 ini rentan dengan korosi pada jaringan perpipaan. Kondisi ini apabila tidak diperbaiki secara berkala akan menyebabkan kebocoran air. Rizallul Haq mengakui, PALYJA sebagai penyedia air perpipaan sudah sangat kooperatif dan well-informedapabila ada perbaikan ataupun kebocoran di sekitar daerah tersebut. Tercatat pada 2017 dan 2018, terjadi masing masing dua kali kebocoran pipa ke arah Menara Jamsostek,
Namun, saat suplai air terhenti ke Menara Jamsostek, pihak PALYJA menyiapkan 10 sampai 12 truk air bersih, dan seluruh biaya ditanggung oleh PALYJA. “Kami merasa sangat terbantu,” ujar Rizallul Haq. Menurutnya respon PALYJA sangat bagus, di bawah tiga jam dari awal pengaduan.
“Harapan kami ke depannya, ada pertemuan pelanggan untuk membahas program revitalisasi apa saja yang tengah dicanangkan oleh PALYJA. Kegiatan ini pernah dilakukan pada 2016, dan kami sangat mengapresiasinya,” ujarnya.
Sumber: https://nasional.tempo.co/read/1113115/efisiensi-penggunaan-air-di-bangunan-komersial-segitiga-emas-jakarta/full&view=ok
Apa yang ada dibenak kita ketika seseorang mengucapkan world water day (hari air sedunia) ?
Mungkin sebagian orang akan membayangkan sebuah komunitas yang ber-orasi menyerukan “save water” dipinggir –pinggir jalan atau saat car freeday, atau bisa jadi tidak berarti apa-apa bagi kita yang mendengarnya.
Oke disini saya akan mengangkat tema tentang hari air sedunia. Hal pertama yang harus kita ketahui adalah kapan hari air sedunia itu diperingati dan apa tujuan dan maksud diperingati hari air sedunia atau world water day.
Word water day atau hari air dunia jatuh pada tanggal 22 maret setiap tahunnya, dan tujuan diperingatinya hari air ini adalah untuk mengingatkan bahwa kita adalah manusia yang sangat ketergantungan dengan air, maka dari itu kita sebagai manusia harus peduli dan lebih bijak lagi dalam menggunakan air. Nah kepedulian yang seperti apa dan sikap bijak sederhana apakah yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan kelayakan air yang ada di indonesia khususnya Jakarta, ibukota tercinta.
Salah satu permasalahan yang sedang maraknya adalah penurunan permukann tanah di Jakarta yaitu 7,5 cm per tahunnya. Faktor penyumbang terbesar terjadinya penurunan tanah hingga 7,5 cm pertahunnya di sebabkan oleh eksploitasi penggunaan air tanah yang berlebihan. Dimana dampak yang akan terjadi akibat penurunan tahan ekstrim di Jakarta ini salah satunya adalah tenggelammnyaibukota tercinta. Nah, hal bijak sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan menghentikan penggunaan air tanah baik untuk konsumsi rumah tangga atau komersil.

Permasalahan ini pun mendorong Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno untuk menghentikan pemakaian air tanah dan beralih ke air perpipaan.
Bertempat dikediaman bapak sandi hari rabu kemarin (21/03/18) tepatnya di Bilangan, Senopati, kebayoran baru, mengadakan Sosialisasi Penggunaan air perpipaan “Mari Berhenti Pakai Air Tanah” dimana dalam acara ini bapak sandi mengajak para warga sekitar untuk beralih menggunakan air perpipaan.

Dalam acara sosialisai ini pun bapak sandi juga meminta kepada pihak PAM terutama PALYJA yang melayani daerah Bilangan, Senopati, Kebayoran Baru untuk memberikannya pamflet ajakan untuk beralih menggunakan air perpipaan dan akan dibagi-bagi langsung oleh bapak sandi kepada warga disekitaran kediamannya. Hal ini pun diharapkan kedepannya gerakan ini dapat dicontoh oleh warga jakarta lainnya untuk beralih menggunakan air perpipaan.
Kepedulian lain pun bisa kita lakukan sebagai warga yang berdomisili di Jakarta dengan tidak mencemari badan-badan air yang ada di Jakarta, jika kita lihat maka sungguh ironis nasib sungai yang ada di Jakarta. Mungkin sangat sulit bagi kita kaum awam untuk melakukan ataupun menciptakan metode rumit dan memkebijakan-kebijakan.
Dimana notabene kita tidak menggeluti ilmu tersebut, tetapi menjadi kewajiban kita yang tidak bisa dipandang sebelah mata untuk peduli dengan ibukota tercinta kita. Tempat dimana kita berdomisili sekarang bahkan menjadi tempat menghabiskan masa tua.
Yuk mulai peduli dan bijak dalam menggunakan air, karena jika ketepedulian itu hilang maka alam pun akan enggan dengan kita.
Selamat Hari Air Dunia….
